Landiyanto, Erlangga Agustino (2006): Strategi Alternatif Penanggulangan Kemiskinan di Papua melalui Pengembangan Keuangan Mikro. Unpublished.
| PDF - Requires a PDF viewer such as GSview, Xpdf or Adobe Acrobat Reader 287Kb |
Microfinance is one of alternative strategy to reduce poverty. there are kind of thinking of different microfinance strategy for poverty reduction. therefore, this paper try to explore several suitable alternative strategy which can be implemented to develop microfinance in papua. two particular gates of this strategy are strenghtening microfinance institutions and develop community based microfinance.
Keuangan mikro merupakan salah satu strategi efektif dalam menanggulangi kemiskinan. Terdapat berbagai pemikiran tentang strategi keuangan mikro yang berbeda dalam penanggulangan kemiskinan. Oleh karena itu, makalah ini mencoba mengeksplorasi beberapa strategi alternatif yang sesuai dan dapat diimplementasikan dalam mengembangkan keuangan mikro di papua. dua koridor utama dari strategi itu berupa penguatan lembaga keuangan mikro dan pengembangan keuangan mikro berbasis komunitas
| Item Type: | MPRA Paper |
|---|---|
| Original Title: | Strategi Alternatif Penanggulangan Kemiskinan di Papua melalui Pengembangan Keuangan Mikro |
| Language: | Indonesian |
| Keywords: | Keuangan Mikro; UMKM; KSM; Kemiskinan |
| Subjects: | Z - Other Special Topics > Z1 - Cultural Economics; Economic Sociology; Economic Anthropology > Z13 - Social Norms and Social Capital; Social Networks G - Financial Economics > G2 - Financial Institutions and Services > G21 - Banks; Other Depository Institutions; Micro Finance Institutions; Mortgages |
| ID Code: | 4391 |
| Deposited By: | erlangga agustino landiyanto |
| Deposited On: | 21. Aug 2007 |
| Last Modified: | 07. Nov 2007 03:53 |
| References: | BP Tangguh (2005a) “Tangguh LNG Project in Indonesia: Survey Environmental Impact Assessment” June 2005. BP Tangguh (2005b) “Resettlement Planning Document” prepared by BP Tangguh for ADB BP Tangguh (2005c) “Indigeneous Peoples Development Planning Project” prepared by BP Tangguh for ADB Marqueritte S Robinson (2002) “Microfinance Revolution: Lessons from Indonesia” International Bank for Reconstruction and Development/The World Bank Profi, berbagai edisi. Hasil kerjasama antara Bank Indonesia dan GTZ The Asia Foundation (2003) “Microfinance Services in Indonesia: A survey of Institutions in 6 Provinces” Collaboration beetwen The Asia Foundation and CBG Harvard for Bank Rakyat Indonesia. Thomas Tilberg (2001) “Instititional Credit in Iran Jaya/West Papua and its Prospect” The Partnership for Economic Growth (PEG), USAID UNDP (2004) “Indonesian Human development report: Economic of Democracy” Hasil kerjasama UNDP, Bappenas dan BPS. UNDP (2005a) “Kajian Kebutuhan Papua: Ringkasan Temuan dan Pengaruh terhadap Temuan Bantuan Program Pembangunan” ” Hasil Kerjasama UNDP-Papua Capacity Needs Assessment dengan Universitas Negeri Papua UNDP (2005b) “Laporan Akhir: Kajian Kapasitas Pemerintah Daerah Delapan Kabupaten Tepilih di Papua” Hasil Kerjasama UNDP-Papua Capacity Needs Assessment dengan Universitas Negeri Papua Saikhu Usman, Widjayanti S, Bambang S, Nina T, M. Sulton & Akhmadi (2004) “Lesson Learned from Microfinance Services in East Nusa Tenggara” SMERU Field Report: December 2004. Wiloejo Wiryo Widjono (2005) “Pemberdayaan lembaga Keuangan Mikro Sebagai Salah Satu Pilar Ekonomi Keuangan Nasional: Upaya Konkrit Memutus Mata Rantai Kemiskinan” Kajian Ekonomi dan Keuangan, November 2005 |
All papers reproduced by permission. Reproduction and distribution subject to the approval of the copyright owners.
Repository Staff Only: item control page